Salah satu solusi yang ditawarkan al-Qur’an dalam menyikapi keberagaman adalah konsep “Lita’arofu” yang termaktub dalam QS. Al-Hujurat [49]: 13. Konsep ini dirasa penting mengingat lita’arofu atau saling mengenal adalah langkah terbaik dalam menghindari kesalahpahaman. Lebih jelas, Allah SWT berfirman: Mengenal Epistemologi Tafsir Alquran. Fuji Nur Iman 4 Juli 2018 6282. Meski hingga permulaan abad kedua Hijriah, sebagaimana dikatakan Ahmad Ash-Syirbashi kita menemukan kenyataan bahwa perkerjaan menafsirkan Al-Quran dipandang sebagai hal yang luar biasa dan menakutkan, dalam perkembangannya, tradisi penafsiran Al-Quran telah melahirkan Rasulullah saw., ikutan kita hanya ditugasi menyampaikan da’wah dengan bijaksana, tidak untuk memaksa orang lain mengikuti ajaran agamanya. Kita tentu berharap agar berbagai pihak tidak terlalu jauh menyeret ayat-ayat al-Qur’an untuk melegitimasi pola perilaku yang justru tidak sejalan dengan tujuan utama ( maqashid al-‘ammah) Al-Qur’an Penafsiran surat Al-Hujurat ayat 13 tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Guru Besar Universitas Al-Azhar Kairo Syekh Prof. Dr. Abu Zahrah (W. 1974) dalam kitabnya Al-Alaqat Ad-Duwaliyah Fi Al-Islam beliau menyatakan: Sesungguhnya perkenalan ini mendorong satu kelompok untuk bisa menimba manfaat dari kelompok lain. Kebaikan seluruh bumi ini .

ayat alquran tentang menghargai perbedaan